Fakultas Pertanian Unhas Gencarkan Pembangunan Zona Integritas

MakassarTrend. Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin menyelenggarakan Workshop Peningkatan Layanan Akademik melalui Pembangunan Zona Integritas. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis fakultas dalam mendorong reformasi birokrasi dan peningkatan mutu layanan akademik secara berkelanjutan.

Workhop berlangsung pada Sabtu (13/12) di Unhas Hotel & Convention, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar. Hadir sebagai narasumber, Ishaq Rahman (Koordinator Tim Penilai PTN, Pembangunan Zona Integritas Unhas).

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Nurfaidah, menjelaskan tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas pelayanan akademik di lingkungan Fakultas Pertanian. Melalui implementasi prinsip-prinsip layanan prima, pihaknya berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada para penerima layanan, baik dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni, mitra, dan masyarakat umum.

“Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem layanan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan pengguna. Untuk itu, kami mendorong perubahan pola pikir bagi staf dan pegawai,” kata Nurfaidah.

Pembangunan Zona Integritas harus dimulai dari internalisasi budaya pelayanan prima yang menjadikan sivitas akademika sebagai subjek utama layanan. Seluruh tenaga kependidikan diharapkan memiliki pola pikir baru tentang budaya pelayanan prima, sehingga setiap proses akademik dapat berjalan secara efektif, efisien, dan berintegritas.

Pada kesempatan ini, Ishaq Rahman menjelaskan konsep dan tahapan strategis pembangunan Zona Integritas di lingkungan perguruan tinggi.  Dengan pengalaman lebih dari lima tahun mendampingi pembangunan Zona Integritas di Unhas, Ishaq menjelaskan bahwa zona integritas tidak cukup hanya dengan melengkapi dokumen administrasi. Keberhasilan zona integritas ditentukan oleh adanya perubahan nyata dalam perilaku dan praktik pelayanan sehari-hari.

Ishaq juga menyoroti pentingnya monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan untuk memastikan terjadinya perubahan yang konsisten. Proses identifikasi kondisi sebelum dan sesudah penerapan Zona Integritas menjadi instrumen penting dalam menganalisis area layanan yang masih memerlukan penguatan.

“Dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah, suatu institusi dapat secara objektif menilai efektivitas langkah-langkah yang telah diambil serta menentukan strategi perbaikan yang tepat sasaran,” jelas Ishaq.

Selain itu, dirinya juga menekankan bahwa pembangunan Zona Integritas harus ditopang oleh komitmen kuat dari pimpinan. Pimpinan berperan sebagai pemimpin perubahan sekaligus agen perubahan yang mampu menjadi teladan dalam penerapan nilai-nilai integritas dan pelayanan prima.

Melalui workshop ini, Fakultas Pertanian Unhas berharap dapat memperkuat sinergi antara pimpinan dan tenaga kependidikan dalam mewujudkan layanan akademik yang berkualitas, berintegritas, dan berorientasi pada kepuasan sivitas akademika, sejalan dengan agenda reformasi birokrasi di lingkungan perguruan tinggi.

Kegiaran yang diikuti 31 tenaga kependidikan Fakultas Pertanian ini berlangsung hingga Minggu (14/12).(*/mir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *