Respons Cepat Jamin Keselamatan dan Penanganan Korban Kebakaran di Parepare

Foto: Tribun Pare-pare

PAREPARE, MAKASSARTREND — Penanganan darurat dan keselamatan warga menjadi prioritas utama pascainsiden kebakaran yang melanda kawasan permukiman penduduk di Jalan Petta Cangge Bilalang, Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Senin (1/6/2026) pagi. Sinergitas respons cepat yang ditunjukkan oleh tim gabungan pemadam kebakaran, instansi vertikal, dan jajaran pemerintah daerah berhasil memitigasi dampak risiko secara taktis. Upaya lokalisasi api yang berjalan terukur memastikan seluruh penghuni rumah berhasil diselamatkan tanpa adanya korban jiwa, serta mencegah perluasan dampak ke kluster perumahan sekitarnya.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.30 Wita tersebut bermula dari munculnya titik api di salah satu kamar rumah warga yang kemudian membesar dalam durasi singkat. Menyikapi situasi darurat tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Parepare langsung mengerahkan delapan unit armada taktis ke lokasi kejadian. Langkah evakuasi dan pemadaman operasional ini diperkuat oleh dukungan satu unit ambulans siaga, mobil tangki suplai air milik PAM Tirta Karajae, serta kesigapan petugas PT PLN yang langsung melakukan pemutusan arus listrik secara meluas untuk mengamankan area dari risiko sekunder.

Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Damkar Parepare, Fransiskus, menjelaskan bahwa berkat koordinasi yang solid di lapangan, proses penjinakan api dan pendinginan area dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit. Pola penanganan yang berfokus pada penyekatan zona perimeter terbukti efektif menahan laju rambatan si jago merah. Fokus penanganan kini sepenuhnya dialihkan pada pemulihan kondisi psikologis dan pemenuhan kebutuhan logistik dasar bagi para warga yang terdampak.

Berdasarkan pendataan berkala yang dilakukan oleh pihak kelurahan, insiden ini berdampak pada dua kepala keluarga dengan total tujuh jiwa. Lurah Lemoe, Andi Idham Syah, mengonfirmasi bahwa seluruh korban terdampak berada dalam kondisi selamat dan logistik daruratnya mulai dipetakan. Satu unit rumah utama dilaporkan mengalami kerusakan struktural berat, sementara satu unit rumah di dekatnya hanya terdampak ringan dan masih layak untuk dihuni. Pemda setempat bergerak cepat memfasilitasi tempat penampungan sementara yang aman di kediaman kerabat dekat korban guna memastikan kelayakan tempat tinggal selama masa transisi.

Aparatur kelurahan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Parepare terus melakukan pendampingan intensif untuk menginventarisasi kebutuhan mendesak para penyintas, terutama menyangkut dokumen-dokumen penting dan santunan darurat. Di sisi lain, jajaran Kepolisian Resor Parepare bersama tim ahli veteriner kebakaran masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengidentifikasi penyebab pasti kemunculan api. Ketahanan sosial masyarakat setempat yang bahu-membahu membantu proses evakuasi menjadi modal penting dalam mempercepat pemulihan psikososial para korban pascabencana.

Related posts