MAKASSAR, MAKASSARTREND — Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menorehkan prestasi gemilang di bidang kemahasiswaan tingkat nasional. Empat Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Unhas berhasil lolos dan meraih pendanaan dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK) Ormawa 2026 yang diselenggarakan oleh kementerian.
Capaian ini menjadi bukti nyata dari tingginya komitmen dan kemampuan akademis mahasiswa dalam meneliti, merancang, serta mengaplikasikan ilmu pengetahuan guna menyelesaikan problematika riil di tengah masyarakat pedesaan.
Direktur Kemahasiswaan Unhas, Abdullah Sanusi, menjelaskan bahwa PPK Ormawa merupakan ruang belajar strategis yang mempertemukan teori akademik di kampus dengan kebutuhan nyata masyarakat. Keberhasilan meloloskan empat tim ini memantapkan posisi Unhas sebagai perguruan tinggi yang adaptif dan solutif terhadap tantangan pembangunan daerah.
Prestasi ini terbilang sangat kompetitif mengingat setiap perguruan tinggi di Indonesia dibatasi hanya bisa meloloskan maksimal tujuh tim yang diusulkan. Selain itu, tahun ini juga mencatatkan sejarah baru bagi Unhas karena untuk pertama kalinya kelembagaan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), yaitu BEM KM Teknologi Pertanian, berhasil menembus pendanaan program bergengsi tersebut.
Keempat tim yang lolos membawa misi pengabdian yang sangat variatif dan menyentuh sektor-sektor krusial pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.
Pada sektor mitigasi bencana, Tim SPACE dari Fakultas Teknik Unhas menghadirkan program “LONTARA”. Inovasi ini berfokus pada manajemen bencana berbasis keterlibatan komunitas, teknologi, dan konservasi lingkungan untuk memitigasi risiko tanah longsor di Desa Lonjoboko.
Sementara itu, dua tim berfokus pada penguatan sektor kemandirian pangan lokal. BEM KM-TEKPER meluncurkan program “CARA’DE” yang mengimplementasikan sistem Smart Hydro-Feed Farming sebagai model integrasi perikanan dan pertanian berkelanjutan di Desa Tinggimae.
Langkah serupa ditempuh oleh UKM Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) lewat program “MANNENNUNGENG”. Mereka mengembangkan teknologi Smart Hydro Loop untuk memacu produktivitas petani dan mewujudkan swasembada pangan di Desa Kajaolaliddong.
Di sektor kesehatan masyarakat, Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HIMAKAHA) menginisiasi program “OCEANS”. Program ini mengedepankan pendekatan komprehensif One Health Coastal Environment and Nutrition Sustainability sebagai strategi pengendalian faktor risiko stunting di Desa Popo.
Melalui pendanaan ini, Unhas berharap para aktivis mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang memberikan dampak ekonomi, lingkungan, dan kesehatan yang terukur bagi warga desa mitra. Sinergi antara idealisme mahasiswa, penguasaan teknologi, dan dukungan birokrasi kampus ini diharapkan dapat melahirkan model percontohan pembangunan desa yang mandiri dan berkelanjutan di Kawasan Timur Indonesia.**





