JAKARTA, MAKASSARTREND — Penanganan pascabencana banjir yang melanda Kota Manado, Sulawesi Utara, kini berfokus penuh pada pemulihan kondisi psikologis dan pemenuhan kebutuhan dasar para warga terdampak. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa seluruh warga yang sempat dievakuasi ke titik-titik pengungsian telah mendapatkan akomodasi logistik dan jaminan kesehatan yang memadai berkat kesiapan respons cepat petugas gabungan di lapangan.
Banjir yang dipicu oleh tingginya intensitas hujan hingga menyebabkan luapan saluran air tersebut berdampak pada 314 keluarga atau secara akumulatif sebanyak 968 jiwa. Guna mengantisipasi risiko keselamatan di kawasan hilir, petugas taktis di lapangan bergerak cepat mengidentifikasi dan mengevakuasi 215 keluarga atau sekitar 747 jiwa ke posko penampungan darurat yang lebih aman dan higienis. Evakuasi terukur ini tersebar di lima kelurahan, yakni Kelurahan Pakowa, Paal IV, Dendengan Dalam, Komo, dan Ternate Tanjung.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh ekosistem penunjang di pengungsian berjalan dengan optimal. Distribusi pangan, air bersih, obat-obatan, serta perlengkapan balita dan lansia dipastikan telah terakomodasi secara merata. Sinergitas yang solid antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dinas sosial setempat, TNI, Polri, dan para relawan kemanusiaan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas kondisi fisik maupun mental para pengungsi.
Seiring dengan meredanya intensitas hujan, kondisi genangan air di sekitar 468 unit rumah warga yang sempat terdampak dilaporkan mulai surut secara signifikan. Situasi yang berangsur kondusif ini dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk mulai kembali ke kediaman masing-masing secara bertahap. Warga bergotong royong membersihkan sisa material lumpur dan melakukan sterilisasi lingkungan tempat tinggal mereka agar aman dari potensi penyebaran penyakit pascabanjir.
Meskipun pemulihan berjalan dengan cepat dan terkendali, petugas gabungan tetap disiagakan di posko-posko strategis untuk terus mengawal proses transisi warga kembali ke rumah. BNPB mengapresiasi tingginya tingkat kepatuhan masyarakat terhadap arahan evakuasi petugas serta kuatnya semangat solidaritas lokal dalam membantu sesama selama masa tanggap darurat berlangsung. Komitmen jaminan perlindungan sosial ini dipastikan akan terus berjalan hingga seluruh aktivitas kehidupan masyarakat Manado benar-benar pulih total.





