Usia ke-31, Telkomsel Pacu Pemerataan Akses Digital dan Adopsi AI

JAKARTA, MAKASSARTREND — Di tengah akselerasi transformasi digital nasional, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) genap berusia 31 tahun pada Mei 2026. Operator seluler terbesar di Indonesia ini kini mengalihkan fokus strategi pada integrasi kecerdasan buatan (AI), keberlanjutan lingkungan, serta perluasan konektivitas inklusif di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk di kawasan Indonesia Timur. Langkah ini…

JAKARTA, MAKASSARTREND — Di tengah akselerasi transformasi digital nasional, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) genap berusia 31 tahun pada Mei 2026. Operator seluler terbesar di Indonesia ini kini mengalihkan fokus strategi pada integrasi kecerdasan buatan (AI), keberlanjutan lingkungan, serta perluasan konektivitas inklusif di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk di kawasan Indonesia Timur.

Langkah ini menandai pergeseran industri telekomunikasi yang tidak lagi sekadar berkompetisi pada kecanggihan infrastruktur, melainkan pada pemenuhan kebutuhan komparatif pengguna dan dampak sosio-ekonomi.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, dalam pernyataan tertulisnya menegaskan bahwa pendekatan yang berpusat pada pelanggan (customer-centric) berbasis empati menjadi krusial di era kecerdasan buatan.

“Di era transformasi digital dan Artificial Intelligence (AI), pendekatan yang berpusat pada pelanggan dengan empati menjadi kunci, sehingga setiap solusi mampu menghadirkan kemudahan, rasa aman, dan dukungan dalam keseharian pelanggan,” ujar Nugroho.

Kontribusi Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja

Dalam tiga dekade eksistensinya—sejak meluncurkan kartuHalo pada 1995 hingga implementasi Hyper 5G saat ini—Telkomsel mengonsolidasikan posisinya sebagai salah satu penopang utama ekonomi digital domestik.

Berdasarkan kajian sosio-ekonomi independen yang dilakukan oleh PT LAPI ITB periode 2024–2025, kontribusi finansial perusahaan terhadap negara mencapai Rp36,972 triliun. Angka tersebut mencakup Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) spektrum, Biaya Hak Penggunaan (BHP) Universal Service Obligation (USO) & Jasa Telekomunikasi (Jastel), setoran pajak, serta deviden.

Dari aspek ketenagakerjaan, ekosistem bisnis perusahaan diperkirakan telah menyerap lebih dari 685.000 lapangan kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung di berbagai daerah.

Ekspansi Infrastruktur dan Integrasi AI

Di sektor infrastruktur, penetrasi jaringan generasi kelima (5G) terus dipacu. Hingga saat ini, jaringan 5G Telkomsel telah menjangkau lebih dari 107 kota dan kabupaten di Indonesia melalui sokongan lebih dari 6.380 BTS 5G. Penguatan kapasitas ini juga mencakup penyediaan 5G contiguous (spektrum yang berdampingan) di 36 kota dan kabupaten, yang krusial untuk menjaga stabilitas kecepatan data di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, termasuk Makassar dan sekitarnya.

Paralel dengan pembangunan fisik, korporasi mulai mengadopsi teknologi kecerdasan buatan guna mengoptimalkan efisiensi operasional dan layanan. Di antaranya melalui penerapan Autonomous Network dan pemutakhiran asisten virtual Veronika.

Terbaru, berkolaborasi dengan Indonesia Artificial Intelligence (INA AI), perusahaan meluncurkan fitur Sacred Octagon di aplikasi MyTelkomsel—sebuah platform pembelajaran interaktif berbasis AI yang menyasar segmen keluarga.

Transisi Energi Netralitas Karbon

Menanggapi isu perubahan iklim, Telkomsel mulai mengintegrasikan prinsip keberlanjutan (environmental, social, and governance/ESG) pada infrastruktur penyedia sinyal. Saat ini, terdapat lebih dari 360 BTS Green yang sepenuhnya beroperasi menggunakan energi terbarukan. Langkah ekologis ini dikombinasikan dengan kebijakan pengelolaan limbah elektronik melalui skema daur ulang (reuse and recycle).

Misi Kebangsaan di Wilayah 3T

Di wilayah Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia Timur secara umum, tantangan geografis kerap menjadi hambatan utama pemerataan sinyal. Pihak manajemen menyatakan bahwa perluasan jaringan ke wilayah 3T tidak lagi dihitung semata-mata berdasarkan kalkulasi komersial atau pengembalian investasi (return on investment).

Pengembangan konektivitas di wilayah pelosok kini ditempatkan sebagai bagian dari misi kebangsaan untuk menekan kesenjangan digital (digital divide). Aspek ketahanan jaringan juga diuji dalam kedaruratan, seperti percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana hidrometeorologi di Sumatra pada akhir tahun 2025 lalu.

Di tingkat global, performa konektivitas dan manajemen pengalaman pelanggan (Customer Experience) ini membuahkan sejumlah apresiasi, antara lain dari GSMA Global Mobile (GLOMO) Awards, OpenSignal Mobile Network Experience Awards, hingga Ookla Speedtest Awards.

Program Apresiasi Konsumen

Menandai momentum hari jadi ini, manajemen meluncurkan program apresiasi khusus bagi basis pelanggan mereka melalui paket “Surprise Deal”. Penawaran ini berlaku terbatas pada periode 26–28 Mei 2026.

Terdapat dua pilihan paket data utama yang dihadirkan, yaitu paket kuota 31 Gigabyte (GB) dengan masa aktif 3 hari seharga Rp31.000, serta paket kuota 500 GB dengan masa aktif 30 hari seharga Rp310.000. Akses pembelian paket kuota khusus tersebut dibuka melalui saluran digital MyTelkomsel, tautan tsel.id/surprise, serta melalui kode UMB *363*70#.

“Memasuki usia ke-31, kami ingin Telkomsel semakin matang dan terus memperkuat peran dalam mendukung kemajuan Indonesia,” pungkas Nugroho.

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *