Muscab PERHUMAS Makassar Dorong Kolaborasi Komunikasi Publik dan Tangkal Hoaks

MAKASSAR, MAKASSARTREND – Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS) Badan Pengurus Cabang (BPC) Makassar menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di Mall Pelayanan Publik Kota Makassar, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 30 peserta dari kalangan pemerintah, akademisi, media, dan sektor swasta tersebut menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus pemilihan ketua untuk periode kepengurusan berikutnya.

Ketua Panitia Muscab, Ibrahim Halim, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang silaturahmi dan penguatan jejaring profesi kehumasan di Kota Makassar. Menurutnya, keberagaman latar belakang peserta menunjukkan semakin luasnya peran dan kebutuhan komunikasi publik di berbagai sektor.

Read More

“Peserta berasal dari kalangan swasta, akademisi, pemerintah, dan media. Selain agenda organisasi, Muscab juga menjadi wadah bertukar gagasan mengenai tantangan komunikasi publik saat ini,” ujar Ibrahim.

Ketua PERHUMAS BPC Makassar, Devo Khaddafi, menegaskan bahwa PERHUMAS merupakan organisasi profesi kehumasan tertua di Indonesia yang memiliki tanggung jawab untuk terus beradaptasi dengan dinamika komunikasi di era digital.

Ia berharap PERHUMAS dapat semakin memperkuat perannya sebagai mitra pemerintah dalam membangun komunikasi publik yang efektif. Menurut Devo, berbagai program dan kebijakan pemerintah membutuhkan strategi komunikasi yang tepat agar dapat dipahami dan diterima masyarakat.

“Pemerintah perlu mengkomunikasikan seluruh program dan kegiatannya kepada publik. Namun, proses komunikasi itu harus dilakukan secara taktis dan strategis agar pesan yang disampaikan benar-benar sampai kepada masyarakat,” kata Devo.

Lebih lanjut, ia menilai tantangan komunikasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan penyebaran informasi, tetapi juga bagaimana membangun kepercayaan publik di tengah derasnya arus informasi digital.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Mohammad Roem, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap peran PERHUMAS dalam memperkuat ekosistem komunikasi publik yang sehat.

Menurut Roem, keberadaan organisasi profesi humas sangat penting dalam membantu pemerintah menyampaikan informasi yang benar sekaligus menangkal penyebaran hoaks yang berpotensi menimbulkan disinformasi di masyarakat.

“PERHUMAS diharapkan menjadi mitra strategis dalam menyampaikan kabar yang benar dan menangkal hoaks. Kami melihat PERHUMAS memiliki peran penting sebagai mitra dalam komunikasi pembangunan,” ujarnya.

Roem juga mencontohkan berbagai program dan inovasi yang saat ini berkembang di Kota Makassar membutuhkan dukungan komunikasi yang kuat agar manfaatnya dapat diketahui secara luas oleh masyarakat.

Salah satu inisiatif yang disebutnya adalah Makassar Creative Hub, yang menurutnya menjadi ruang kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam mendorong kreativitas dan inovasi daerah. Program-program semacam itu, kata Roem, akan semakin berdampak apabila didukung oleh strategi komunikasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

“Makassar memiliki banyak inisiatif baik yang perlu dikomunikasikan secara luas. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai elemen sangat penting, dan PERHUMAS perlu menjadi bagian dari upaya tersebut,” tambahnya.

Melalui Muscab ini, para peserta tidak hanya membahas arah organisasi ke depan, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk menghadirkan komunikasi publik yang lebih profesional, kredibel, dan mampu menjawab tantangan era digital.

Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh semangat kolaborasi. Hasil Muscab diharapkan dapat memperkuat posisi PERHUMAS BPC Makassar sebagai wadah profesional yang berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui praktik komunikasi yang strategis dan bertanggung jawab.(*/ir)

Related posts