MAKASSAR, MAKASSARTREND — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Sulawesi Selatan didominasi oleh kondisi cerah berawan pada pagi hari, Jumat (29/5/2026). Kendati demikian, masyarakat diimbau tetap mewaspadai perubahan cuaca seketika, terutama potensi hujan berintensitas ringan yang diprediksi mulai mengguyur sejumlah daerah di bagian timur dan utara Sulawesi Selatan pada siang hingga malam hari. Fenomena ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang terpantau masih cukup aktif di tengah fase peralihan musim.
Kondisi cerah berawan pada pagi hari diprediksi melingkupi wilayah perkotaan serta jalur-jalur utama transportasi antarkabupaten, termasuk Kota Makassar dan sekitarnya. Situasi ini dinilai masih relatif aman untuk menunjang aktivitas luar ruangan masyarakat. Namun, memasuki siang dan sore hari, akumulasi awan konvektif diperkirakan memicu hujan ringan di kawasan Luwu Raya yang meliputi Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur. Potensi serupa juga membayangi wilayah Kabupaten Bone, Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, hingga Toraja Utara.
Sementara itu, untuk Kota Makassar dan wilayah pesisir selatan Sulsel, cuaca diprakirakan cenderung bertahan dalam kondisi berawan semenjak siang hingga malam hari. Memasuki waktu malam, intensitas hujan ringan dilaporkan masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Luwu, Sinjai, dan Bulukumba, sebelum akhirnya cuaca berangsur kembali berawan pada dini hari. Adapun untuk wilayah Kepulauan Selayar, potensi hujan ringan diprediksi baru akan terjadi menjelang waktu pagi keesokan harinya.
Secara umum, parameter meteorologi menunjukkan suhu udara di Sulawesi Selatan berada pada kisaran $20^\circ\text{C}$ hingga $33^\circ\text{C}$. Tingkat kelembapan udara tercatat cukup tinggi, yakni berkisar antara 74 persen hingga 100 persen, dengan pergerakan angin yang bertiup dari arah timur laut menuju tenggara pada kecepatan 8 hingga 29 kilometer per jam. Meskipun sejauh ini BMKG belum merilis peringatan dini mengenai indikasi cuaca ekstrem untuk wilayah Sulawesi Selatan, kesiapsiagaan personal tetap diperlukan.
BMKG mengingatkan bahwa meski sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau, fluktuasi cuaca lokal yang dipicu oleh dinamika atmosfer masih dapat menurunkan hujan dengan durasi singkat namun intens, sekalipun cuaca pada pagi hari terpantau terik. Oleh karena itu, para pelaku perjalanan antardaerah, nelayan, serta masyarakat yang beraktivitas di ruang terbuka disarankan untuk terus memantau pemutakhiran data cuaca secara berkala guna mengantisipasi perubahan situasi di lapangan. (MAQ)














